oleh

BUAH YANG BAIK UNTUK MENU BERBUKA PUASA

Selama puasa, tubuh kita mengalami beberapa perubahan, bahkan dalam kasus kerja enzimatik. Enzim yang biasanya diproduksi oleh sistem pencernaan perlahan-lahan berkurang jumlahnya tergantung pada durasi puasa.

Lapisan-lapisan yang melindungi perut juga berkurang dengan durasi puasa. Jadi, jika Anda makan makanan yang mengiritasi lambung, Anda cenderung memiliki masalah pencernaan.

Karena itu, sangat penting selama puasa bahwa Anda pertama kali makan sesuatu. Kami menyarankan Anda memilih makanan cepat saji yang mudah dicerna seperti buah.

Sayangnya, sebagian besar orang Indonesia hanya tahu kurma sebagai buah yang sering dikonsumsi karena alasan kecepatan. Selain kurma, banyak buah lain yang tak kalah kaya manfaatnya. Buah yang mana?

1. Semangka
Manfaat semangka
Buah ini merayakan dengan banyak kandungan air. Semangka juga kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral. Karena kandungan airnya, buah ini dapat digunakan sebagai minuman beralkohol selama kerusakan cepat karena tubuh kita cenderung mengalami dehidrasi selama puasa karena konsumsi air berkurang selama aktivitas. Semangka memiliki kandungan air dan elektrolit 92%, yang dapat membantu tubuh mendapatkan kembali cairan dan elektrolit yang hilang selama puasa. Semangka juga merupakan jenis buah yang mudah dicerna.

Semangka tidak hanya sumber air dan elektrolit tetapi juga dapat membantu mencegah banyak penyakit. Warna merah semangka menunjukkan bahwa semangka mengandung banyak likopen, senyawa yang mungkin berperan dalam pencegahan penyakit jantung dan kanker prostat. Kandungan kolin dalam semangka dapat membantu mencegah peradangan yang dapat terjadi dalam tubuh dengan mempertahankan struktur membran sel Anda. Dan jangan biarkan berjalan, itu mengandung antioksidan, vitamin A dan vitamin C dalam semangka yang dapat membantu regenerasi sel-sel kulit dan menyehatkan rambut.

2. apel
apel merah dan apel hijau
Apel adalah salah satu buah yang dikenal memiliki banyak manfaat. Jika Anda berbuka puasa, sebuah apel dapat membantu sistem pencernaan Anda secara perlahan menyiapkan organnya untuk makanan yang lebih kompleks. Meskipun kandungan air apel tidak sepenting semangka, apel memiliki kandungan serat yang tinggi, yang memainkan peran penting dalam kesehatan tubuh selama puasa.

Saat Anda berpuasa, kecenderungan makan berlebihan menjadi lebih kuat, terutama jika Anda berbuka. Anda belum makan selama hampir 12 jam, jadi Anda pikir itu normal untuk makan banyak dengan berbuka puasa. Ini tentu saja tidak baik, karena dapat meningkatkan risiko obesitas. Jika Anda makan apel sebelum makan besar, Anda akan mengurangi keinginan untuk makan terlalu banyak jika makan cepat. Serat dalam apel tidak hanya membantu sistem pencernaan tubuh, tetapi juga dapat menghasilkan efek penuh dan mencegah Anda mengonsumsi lebih banyak makanan daripada yang Anda butuhkan.

Selain manfaat apel bagi kesehatan, apel juga bisa dibantah. Dimulai dengan mengurangi risiko diabetes, menurunkan kolesterol darah, menjaga kesehatan jantung, mencegah katarak, dan melindungi tubuh dari efek berbahaya radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker.

3. anggur
Rasa segar dan manis dapat membantu menggantikan cairan dan gula yang hilang selama puasa. Anggur juga merupakan buah yang mudah dicerna karena kaya akan air dan mengandung serat. Oleh karena itu baik untuk memakannya sebelum jam makan utama dimulai, ketika puasa istirahat. Ini mempersiapkan sistem pencernaan Anda sebelum Anda menangani jenis makanan yang lebih kompleks.

Selain itu, anggur memiliki banyak manfaat kesehatan lainnya. Berkat kandungan air dan seratnya, anggur dapat membantu mengatasi sembelit. Kalium dalam anggur berperan dalam mencegah kenaikan tekanan darah. Sebuah studi kohort 2013 menemukan bahwa mengonsumsi anggur dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 dewasa. Anggur juga dapat membantu mengurangi keparahan alergi seperti pilek, mata merah dan bersin. Antioksidan dalam anggur, yang disebut polifenol, juga dapat mengurangi dan bahkan mencegah risiko kanker paru-paru, kanker pankreas, kanker prostat, dan kanker usus besar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed